2013 means ...

2013 means ...
Sebelum ini, kita semua tahu tentang berita heboh tentang kiamat yang menurut suku maya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2012 (kayak event akbar aja pake dilaksanakan --"). Ada yang percaya dan ada yang tidak. Ada yang menanggapi dengan serius ada juga yang tidak. Tapi nyatanyaaaaa... tahun 2013 tetap ada. It means... target yang ada di tahun ini harus terpenuhi.

2013 itu tahun di mana gelar SARJANA SAINS TERAPAN sudah harus ada di tangan..
2013 itu tahun di mana dunia yang kehidupan yang sebenar-benarnya di hadapi, maksudnya sudah gak ada lagi critanya ngrepotin ortu tentang masalah-masalah pribadi (termasuk minta duit jajan).
2013 itu tahun di mana harus benar-benar MANDIRI.

Daaaan..
Sebenarnya itu semua yang membuat saya semakin bingung menentukan arah.

Tahun lalu, saya sempat membuat maping live di mana tahun ini saya bisa lulus dan melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, S2. Tapi, kejenuhan dalam mengerjakan tugas akhir entah mengapa mengikis semangat saya untuk melanjutkan kuliah lagi. Belum lagi, rasa malu yang ditanggung saat lulus diploma 4 tapi masih juga merepotkan orang tua. Di lain sisi, dorongan dari keluarga begitu besar untuk bisa kuliah lagi.

"Kamu daftar aja S2 di ITS. Nanti kamu daftar beasiswanya. Enak kok. Nanti di sana kamu bisa ambil double degree, jadi 3 bulan terakhir kamu bisa ke Jepang atau Jerman untuk menyelesaikan S2mu di sana, ujian di sana. Setelah selesai, kamu gak perlu lagi ujian di sini."

"Kamu cepet-cepet cari informasinya, Lel."

Wew.
Beberapa bulan yang lalu, kata-kata itu benar-benar membakar semangat. Tapi entah kenapa sekarang semuanya lain. Mengingatnya rasanya malah menambah beban. Seharusnya kan nggak gitu.

Saya ingin memasrahkan semuanya pada Allah. Walau saya tahu sebenarnya langsung pasrah begitu saja itu sama dengan bunuh diri, dan saya yakin benar bahwa Allah juga tidak akan merubah keadaan saya, bila saya hanya diam. Saya harus melakukan sesuatu sebelum akhirnya saya pasrahkan semuanya.

Semoga saja setelah ini, saya mendapatkan ilham untuk bisa melakukan sesuatu untuk masa depan saya. Amin.

Perjalanan Panjang

Perjalanan Panjang
Ada sebuah perjalanan panjang yang bisa ditempuh atau tidak. Sebenarnya bukan karna bisa atau tidak bisa. Tapi ini adalah sebuah pilihan. Pilihan hidup, antara ya dan tidak. Tentu semuanya berhubungan dengan zona nyaman, tetap ada di sana, atau beranjak pergi. Dan untuk perjalanan panjang ini, Hati memilih untuk keluar dari rumahnya. Menyambut tangan Sang Pangeran.

"Aku akan ikut denganmu."
Sebuah perjalanan, tak selamanya mulus tentu saja. Pasti akan bertemu dengan sungai, hutan, jalan yang berliku, jurang. Tapi Hat sudah memilih. Dalam perjalanan itu, Hati berusaha sedemikian keras untuk tidak mengeluh, untuk selalu menerima dengan ikhlas untuk terus menapakkan jejak demi jejak langkahnya. Hingga jurang besar itu menghadang.

"Kita harus menyebranginya," kata Pangeran.
"Aku sudah tak sanggup lagi. Kaki lecet. Tidak bisakah kita istirahat sejenak?" pinta Hati.

Pangeran tak memperdulikannya. Hati hanya bisa mencelos, tanpa bisa berbuat apapun. Dia terlalu lelah untuk melakukan sesuatu. Dalam diam, dia benar-benar ingin kembali, walau itu sangat amat tidak mungkin.

"Ayo bangun. Kita pergi sekarang."

Dengan sekuat tenaga, Hati bangun dari duduknya. Walau lelah, dia terus menerus berjalan. Entah tak tahu, atau memang tak mau tahu. Pangeran itu seakan diam saja ketika Hati berjalan makin terseok-seok. 

"Apakah kau ingin membunuhku pelan-pelan?" tanya Hati dalam hati.

"Tuhan berilah aku kekuatan untuk terus melangkah. Tuhan, aku tak tahu apakah ini benar atau tidak, tapi aku hanya ingin mencoba apa yang aku anggap benar. Tuhan, aku tahu benar konsekuensi yang harus aku hadapi. Karena itu, berilah aku kekuatan, ringankanlah kaki ini untuk bisa terus melangkah, kuatkanlah pundak ini."

Itulah do'a yang terus menerus Hati ucapkan saat dia benar-benar lelah. Saat dia benar-benar tak mampu lagi berdiri.

Perjalanan itu masih sangat amat panjang. Hati tak tau kapan ini akan berakhir. Baginya, perjalanan ini akan benar-benar berakhir bila Tuhan sudah memanggilnya untuk "pulang".

WANITA

WANITA

Ada satu topik yang sempat aku tonton di Khazanah Islam kira2 2 hari yang lalu. Tentang konsep penciptaan wanita.

Wanita adalah makhluk yang istimewa. Saking istimewanya, makhluk ini dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Quran.

Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allat SWT. Beliau diberi keistimewaan untuk bisa tinggal di surga. Tapi setelah sekian lama tinggal di surga yang begitu luas, Adam mulai merasa kesepian. Karena itulah, Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam.

Tulang rusuk merupakan bagian dari tulang yang melindungi jantung dan paru-paru. Pusat kehidupan ada di sana. Wanita diciptakan dari tulang rusuk seorang pria yang berarti dia adalah pusat kehidupan dari pria tersebut, hembusan nafasnya.

Jantung yang seringkali diibaratkan menjadi hati. Ini berarti bahwa wanita sudah seharusnya dicintai dan dikasihi.

Tulang rusuk dekat dengan lengan yang berarti mereka harus dilindungi.

Wanita merupakan kehidupan, sumber dari cinta dan kasih sayang yang begitu indah, serta makhluk yang harus dilindungi. Hal ini seperti tertulis dalam surat Al Imron ayat 14 dan An-Nisa' ayat 34:
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." (Q.S. Ali Imron:14)

"Lelaki itu pelindung bagi perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Perempuan-perempuan yang nusyuz, hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka di tempat tidur dan pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar." (Q.S. An Nisa':34)

Batas Logika

Batas Logika

Saya baru saja melihat postingan di salah satu grup FB yang pada akhirnya berujung singgung menyinggung tentang agama. Bisa ditebak bukan? Yap. Ucapan "selamat natal bla-bla-bla".

Ini yang ada dibenak saya saat ini. 

Bagi seorang muslim, kita tahu bahwa agama yang paling benar adalah agama Allah yang disebarkan oleh Nabi besar Muhammad saw. Dan tentunya tidak ada agama lain yang lebih benar dari itu. Semua hal yang berkaitan dengan kehidupan telah di atur oleh Allah dalam user guide yang kita kenal dengan Al-Qur'an. Dan tidak hanya Al-Qur'an, Nabi juga mencontohkan bagaimana cara berperilaku yang baik dalam sunnah-sunnahnya.

Mengucapkan "selamat natal" secara tidak langsung akan membenarkan agama tersebut. Ikut merayakan hari besar tersebut. Padahal dalam Al-Qur'an jelas tertulis dalam surat Al-Kafirun ayat 6.
"Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku"

Biarkan saja mereka mau berbuat apapun tentang agama yang mereka anggap benar. Tapi kita sebagai seorang muslim seharusnya juga tau apa yang harus kita lakukan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.

Mungkin akan terlihat egois, tidak menghormati kehidupan beragama, dll. Tapi inilah adanya.

Manusia diberikan akal sehat yang melebihi makhluk Allah lain. Akal sehat ini bisa dipakai untuk berpikir mana yang benar dan mana yang tidak. Tapi sekali lagi, sebagai makhluk ciptaan Allah, sebagai manusia yang sangat amat jauh dari kesempurnaan. Seharusnya kita juga sadar, bahwa ada banyak sekali hal yang tidak bisa kita tembus dengan logika kita. Itulah kekuasaan Allah.

Sweat Memory

Sweat Memory
Malam yang sunyi..
Hanya alunan musik pada MP3 yang menemaniku. Lampu belajar yang masih menyala. Monitor yang terus menerus memunculkan tulisan-tulisan. Dan tentunya keyboard yang masih bergerak.

Sama seperti sebuah moment yang tentunya sudah diaturnya. Sebuah rasa yang Dia berikan agar aku rasakan. Seperti itulah memori ini terputar dalam ingatan yang terbatas ini.

Kamu.

Kita tak perlu memulai semua dengan berkenalan, saling bertukar nomor hp, atau apapun. Karna kita sudah saling kenal satu sama lain. Aku cukup tau siapa kamu, begitu juga kamu. Kita biasa berbagi satu sama lain.

Dari pandangan mata, menjadi teman, sahabat, saudara.
Mungkin itu cukup menggambarkan apa yang terjadi antara kita. Hingga akhirnya kamu memberikan "sinyal-sinyal" yang tak terduga. Kamu tau? Itu benar-benar mengocok perutku. Antara bahagia dan takut.

"Bila aku harus jatuh cinta lagi, aku harap itu bukan kamu. Hingga bila aku harus patah hati lagi, itu bukan karna kamu."
Itulah yang aku pikirkan. That's why I ask you, to not let it get too far. Aku tak mau berubah menjadi orang yang membencimu setelah banyak hal yang kita lalui. Setelah banyak kebaikan yang sudah kamu berikan padaku.

Sekarang aku tau, sepertinya percuma saja aku mengelak karna kamu tidak akan berhenti dengan apa yang kamu inginkan. Kamu hanya ingin berjalan melalui waktu.
Aku hanya perahu kecil
Dan kau adalah angin
Angin yang menyejukkan
Angin yang menggerakkan air
Dan angin yang menggerakkan perahu kecil ini
Begitulah akhirnya..
Kamu dan aku. :)

Waktu terus berjalan. Kamu seolah tak pernah lelah memberi, memberi, dan memberi. Kamu bilang..
"Don't fly to high dear." 
 Tapi kamu tak pernah sadar bahwa apa yang kamu berikan justru membuatku terbang semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. Hingga aku tak bisa melihat bumi lagi.

Banyak hal yang berbeda antara dulu dan sekarang. Tak apa. :)

Kamu benar-benar berusaha banget ya buat ngertiin aku, buat gak sebel atau marah sama aku. Makasi yaaa.. :)

Semuanya benar-benar nggak mudah. Tapi pasti ada jalan. Ya kan?

Tuhan..
Bila memang dia adalah orang yang kau datangkan untuk mengajariku bagaimana caranya mengerti dan lebih memahami, berikanlah aku kekuatan untuk terus bertahan di sini.
Amin. :) 
 

Semoga Tidak Kamu Lagi

Semoga Tidak Kamu Lagi
nemu puisi keren yang cukup mewakili apa yang aku rasakan saat ini..

SEMOGA TIDAK KAMU LAGI

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.

Hujan

Hujan

tetapkah duduk disini?
ketika mereka berlari semburat,berebutan mencari tempat teduh yang hangat.

pasanglah telinga kanan kiri,
hidupkanlah nyala hati,
lalu putarlah sebuah memori,

kau dengar mereka berdenting tanpa henti,
di genteng, kolam, rumputan, batu, jerami,
ada juga di wajahmu, yang perosotan di pipi,
membentuk nada nada di tempatnya sendiri,
jadi resonansi,untaian melodi pembawa rindu,

.........

clap!!
kilatan cahaya membawa jiwaku dalam kerlap,seperti gelap,
aku berpindah dalam sekejap,

berjalan ke lorong lorong penuh bingkai sepi.
kau lihat diputarkan semua kejadian itu kembali
saat saat ruap gejolak luber dari hati,dan kamu pada akhirnya penuh sesal mengutuki diri sendiri.
saat hati kecil berkata :betapa bodohnya kamu ini.

.....


syut!!
agak terkejut dibawa hanyut.
terdengar lembut saat kenangan indah disebut.

begitu tak terasa ,seperti baru saja menikmati senja,
ketika dulu tawa dibunyikan bersama,
bahagia diluapkan sebanyak banyaknya,
dan saat kita jumpa lagi dalam satu meja,
di iringi senyum dan tawa,kita ceritakan kembali semuanya,
begitu tak terasa,seperti baru saja menikmati senja,

..............

hei kawan,
 musik sudah berhenti,
lihatlah,
di langit sudah muncul pelangi.
kita sudahi dulu jalan jalan kali ini.

kalau kau dengar lagi itu lagu ,bergegaslah kau ajak aku,
karena hari ini kau sudah kuberitahu,
“Di dalam hujan itu, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”.






diambil dari note Linda Rahmawati :)

Gue + elo = kita (5)

Gue + elo = kita (5)
Buat elo yang tak terdekteksi lagi.
Buat elo yang tak tercium lagi.
Buat elo yang gue sebut "Manusia berdarah dingin"

Gue gak tau apa yang gue rasa ini bener atau  gak. Tapi maaf, gue gak bisa lagi liat elo.

Gue gak tau apa itu sengaja atau nggak. Tapi maaf, gue semakin sering sakit dengan apa yang elo bilang.

Gue gak tau apa elo masih punya hati apa enggak. Tapi maaf, gue ngrasa hati lo udah beku.


Buat elo..
Cukup bersyukur bahwa manusia dilahirkan dengan 2 telinga yang utuh dan dapat berfungsi dengan baik. Cukup bersyukur bahwa manusia dilahirkan dengan hati yang dapat merasa. Dan salah satu cara besyukur adalah menggunakannya dengan baik.

Hanya untuk elo tau..
Gue masih ada di sini. :)