*Gak Tau Mau Kasih Judul Apa

*Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
Hehhehehe...
Judulnya agak maksa banget ya?

Mumpung lagi kepikiran sesuatu dan pengen share. Jadinya males mikir judul yang ribet-ribet. Cukup nulis apa yang ada di dalam kepala aja.

Bisa dibilang, dulunya saya ini seorang aktifis kampus (ceeeiiileeee.. pamer). Dari jaman maba sudah mulai jadi mahacara (mahasiswa banyak acara.red), dari panitia ini itu sampe akhirnya di tahun ke-3 jadi kadiv. Soal urusan organisasi, bisa dibilang emang lebih getol dibanding harus lama baca-baca buku di perpus. Jujur saja, dari smp kayaknya aku gak pernah tahan buat lama baca-baca buku pelajaran (lain cerita kalau novel atau komik) gak sampe sejam aja udah ngantuk.

IP??
*tarif napas dalaaaam... keluarkan*
Aku bukan orang yang jenius yang sekali denger aja bisa langsung ngerti, bukan juga orang yang didempetin Dewi Fortuna, aku cuma orang yang biasa-biasa aja. Dan buat orang yang biasa-biasa aja kayak aku gini, kalo mau dapet IP bagus ya harus blajar. Karena mataku gak pernah bisa diajak kompromi buat blajar, jadilah IPku pas-pasan. Hehhehe...

Alhamdulillah masih di atas 3. :)

Sebenarnya karna gak bisa-bisa loncat sampai cumlaude, akhirnya aku berusaha di tengah-tengah kesibukanku untuk tetap bertahan di atas 3.

Aku masih inget banget, akhir semester 2, seorang temanku bilang gini..
"Aku salut banget sama kamu, organisasi bagus, nilainya juga bagus. Gimana sih tipsnya?"
Saat itu aku cuma jawab apa yang aku lakuin aja. Tapi sekarang kayaknya aku harus sadari kalau IP 3,47 yang akhirnya jadi IP tertinggi sepanjang sejarah ini di dapet karna aku lagi hoki aja. Kebetulan aja aku mudeng mata kuliahnya, kebetulan aja aku interest sama mata kuliahnya jadinya nyimak dosen yang nerangin di depan kelas. Dan sebenernya makin lama makin turun sampai akhirnya di semester 5 IP-ku 2,98. Itu rasanya kayak abis ditabok sesuatu.

Kalo ditanya kenapa, mungkin jawabnya karna aku terlalu ngentengin mata kuliah di semester itu, lebih sering  bolos kuliah dari pada masuknya, lebih sering begadang sampe pagi buat ngonsep kegiatan-kegiatan ormawa. Innalillahi dan Alhamdulillah. Innalillahi karna IP yang ancur banget dan Alhamdulillah karna Allah sudah mengingatkan dengan cara-Nya.

Jujur saja, sebelum ini aku termasuk orang yang membenarkan kalo pinter-pinter banget itu gak terlalu penting, yang penting kamu punya pengalaman. Toh, kalo pengen nglamar kerja juga yang diliat apa IPKnya masuk standart IPK yang usah ditentuin aja kan? Itu juga yang bikin aku gak terlalu ngoyo buat belajar dan cukup mempertahankan nilai di atas 3 itu.

Itu kemaren-kemaren..
Setelah baca salah satu postingan dari blog Kartika Nindya Putri, aku jadi ngerasa ditabok-tabok. Yang penasaran sama blog-nya bisa liat di sini.

Siapa dia? Dia salah satu temen SMPku yang (mungkin aja) dia gak kenal sama aku. Bisa dibilang kasta kami cukup jauh yaaa...

Kartika Nindya Putri waktu MOS SMP jadi salah satu perwakilan siswa yang maju ke depan karna punya danem tertinggi se-Kota Malang (kebetulan, aku masuk SMP favorit di Malang). 3 tahun berturut-turut masuk ke kelas unggulan, yang bagiku kayaknya jauh banget dari harapan. Lulus SMP, dia masuk (lagi) ke salah satu SMA terfavorit, yaitu SMAN 3 Malang. Dan setelah lulus dia kuliah di Univ. Bakrie di Jakarta. Prestasinya cukup banyak saat dia menjadi mahasiswa, salah satunya jadi None Buku. Dalam bayanganku, pasti kegiatannya banyak juga. Februari kemaren dia lulus sebagai Lulusan Terbaik dengan IPK 3,95 setelah menempuh kuliah selama 3,5 tahun. Dan sekarang dia bekerja di Chevron.

Wow banget kan?
Dan jujur aja yaaa...
Baca postingan-postingan terakhirnya itu bikin aku jadi ultra minder sama apa yang aku punya. Pengalaman juga cuma itu-itu aja. Nilai juga gak bagus-bagus amat. Ntar setelah wisuda mau jadi apa coba?

Tiap manusia itu sudah ada rizkinya masing-masing dan tidak akan tertukar selama dia mau berusaha untuk mencarinya.
Akhirnya ini yang jadi pelipur laraku. Ayoo semangaaat tumbuh lagi, ayo kita lari lagiii!!! 3,5 bulan lagi dan aku harus jadi sesuatu yang lebih dari sekarang!! Bismillah..



Pakaian Wanita dalam Islam

Pakaian Wanita dalam Islam

Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. Dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da’wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman: ”Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur’an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih” ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultravioletdalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.

Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari’at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena “adzab dunia” seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari’at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???

( Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh: Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )

'Terima Kasih'

'Terima Kasih'
"Ini buat kamu."
"Terima kasih."

Percakapan seperti itu seharusnya umum dilakukan. Kata 'terima kasih' itu seharusanya selalu diucapkan tiap kali menerima sesuatu dari orang lain. Entah itu berupa jasa maupun barang. Tapi nyatanya tidak semua terbiasa mengucapkan 'terima kasih'. Banyak juga yang alih-alih berterima kasih malah seperti ini..
"Alaaah.. Kok gini sih?" atau "Kan cuma segitu doang". Besar atau kecil bantuan yang diberikan oleh seseorang, suka atau tidak suka dengan pemberiannya, teta saja kita harus berterima kasih padanya. Sepele memang, tapi bisa jadi besar pengaruhnya. Setidaknya dengan kata-kata tersebut dapat menyenangkan hati mereka yang sudah berusaha melakukan sesuatu untuk kita kan?


Kapan Saya Akan Menikah?

Kapan Saya Akan Menikah?
Hmmm... Judulnya keliatan ngebet mau nikah banget ya?

Sebenarnya keinginan itu sudah ada sebelum Zakki jadi pacar saya. Mungkin karena faktor usia. Waktu itu saya masih berusia 21 tahun, yang artinya dalam waktu dekat sudah harus memikirkan yang seperti itu juga.

"Kenapa harus pacaran? Kenapa tidak langsung nikah saja? Tapi ya apa bener udah siap lahir batin? Menikah artinya sudah siap untuk benar-benar lepas dari orang tua, sudah siap melaksanakan sebuah amanah besar untuk membina sebuah keluarga. Apa iya, sudah benar-benar siap?" iitulah yang seringkali mampir dipikiran saya sesekali waktu.

Dan.. akhirnya dia datang mengisi hari-hari saya. Mulai dari konco plek sampai pacar. Saya tidak pernah membayangkan kalau akhirnya dia bisa ada untuk saya hingga 9 bulan ini. Mungkin tidak juga dengan dia.

Perjalanan kami ke jogja menjadi sebuah kenangan manis dalam hidup saya yang tak bisa terlupakan. Saya masih ingat ketika dia bertanya seperti ini..
"Kalau nanti suamimu gak sekaya suaminya saudara-saudaramu, derajatnya gak setinggi mereka, kamu mau?"
Saya sendiri heran, angin apa yang membawanya bertanya seperti itu. Saya cukup tau, dia ingin menjadi apa, dia ingin apa setelah lulus D4 nanti. Tapi mendengar pertanyaan itu, saya bahkan tidak berani untuk berspekulasi apa pun, dan hanya menjawab,"yang saya lihat bukan harta dan kedudukannya, tapi sebesar apa usahanya untuk menafkahi anak dan istrinya. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana cara saya bisa tetap survive seperti yang selalu ibu ajarkan ke saya. Saya sudah lihat banyak contoh dari orang-orang terdekat saya dan saya tidak mau menjadi salah satu dari mereka."
Dia hanya diam mendengar jawaban saya. Seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kenapa tanya begitu?" tanya saya.
"Gak papa."jawabnya.

Sebenarnya saya jadi galau karena itu. Apa iya, saya benar-benar bisa menjadi seperti yang saya katakan tadi? Semua yang saya tau, semua yang pernah saya lihat dan dengar itu hanya teori. Sedangkan praktiknya tentu saja tidka semudah yang tertulis di textbook. Dan jawaban itu muncul begitu saja..

Entah angin apa yang membuat saya memilih chanel trans tv dan menonton dengan khusyuk "Islam itu Indah". Padahal biasanya yang seperti itu sering saya anggap angin lalu. Kebetulan sekali, tema kajian hari itu adalah "Menikah itu Murah". Ini sedikit dari apa yang saya tangkap saat itu.

Siapa yang bilang kalau menikah itu mahal dan butuh biaya besar? Menikah itu murah. Karena yang paling penting dari pernikahan itu akad-nya bukan resepsi dengan biaya mahal.Siapa bilang harus mapan dulu baru menikah? Justru dengan menikah, Allah akan melipat gandakan rizki. Masing-masing orang itu sudah ada rizkinya masing-masing. Setelah menikah nanti, rizki yang di dapat suami itu ada rizki untuk istri juga. Begitu juga dengan istri. Itu kenapa setelah menikah rizkinya bisa makin lancar. Karena itu, jangan takut buat nikah. Menikah itu mudah. Menikah itu murah. Tapi jangan dimudah-mudahkan. Tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Seperti wali untuk mempelai wanita. Kalau bapaknya masih hidup, wajib hukumnya untuk mencarinya dan itu tidak bisa diganti dengan orang lain. Bagaimana pun juga yang punya hak adalah ayahnya. Kecuali bila ayahnya sudah meninggal. Perwalian bisa diganti oleh kakak/adik laki-laki, bila tidak ada saudara laki-laki dari ayah, bila tidak ada lagi baru saudara laki-laki dari ibu.

Dari sana, seperti sudah memunculkan sebuah keyakinan baru di diri saya. Sepertinya setelah lulus nanti status pacaran ini, jangan terlalu lama melekat.

***

Beberapa hari yang lalu, dia mengenalkan saya dengan temannya mengaji di surau. Seorang pemilik bengkel kecil yang baru saja berdiri. Namanya Mas Ardi. Dan tentu saja tidak berhenti sampai berkenalan. Kami mengobrol banyak hal. Hmmm... Lebih tepatnya dia yang bercerita banyak. Menarik. Sampai pada sebuah pernyataan yang dilontarkan pada saya ketika Zakki pergi membeli ring untuk motornya.
"Pacaran itu gak usah lama-lama. Kalau bisa ya segera menikah. Pacaran lama-lama itu gak enak."
"Iya, Mas. Kalau aku se pengennya juga gitu. Gak usah lama-lama pacaran. Tapi kan banyak yang harus dipertimbangkan."
"Zakki-nya ya?"
Aku hanya diam.

Malamnya aku menceritakan pernyataan Mas Ardi padaku. Dia pun mulai bercerita tentang rencana-rencana yang sudah dibuatnya setelah lulus nanti. Bercerita tentang temannya yang baru lulus D3 tapi sudah berani menikah. Dan..
"Aku sering kepikiran gini, mbok ya ndang nikah sama Lelly, biar hidupnya lebih teratur terus memulai semuanya bareng-bareng. Tapi kalau dilihat-lihat dari semua faktor, mungkin 2,5 tahun lagi kita bisa jadi suami istri."

Semoga rencana itu bisa menjadi nyata. Semoga memang kamu orangnya. Semoga semuanya dimudahkan. Amin. :)

Lab TA Lantai 3 Gedung Baru PENS

Lab TA Lantai 3 Gedung Baru PENS
2013. Saya benar-benar berharap bahwa ini adalah tahun terakhir saya sebagai mahasiswi D4 Teknik Elektro Industri.

Lantai 3 Gedung Baru PENS, bagi saya adalah sebuah puncak yang harus saya daki hampir setiap harinya (agak lebay emang). Tapi di sinilah saya melukiskan jejak-jejak kaki, keringat, tangis, gembira, marah, sedih, dan bahkan putus asa. Di sini lah saya menghabiskan waktu terakhir saya (amin.).

Bagi saya, seorang mahasiswi yang menempuh kuliah di jurusan yang mayoritas laki-laki, menyelesaikan Tugas Akhir yang (sedikit) maskulin ini benar-benar membutuhkan kerja keras. Bila dulu ketika ada projek semester saya kebagian pembuatan proposal dan sedikit programming, kali ini semuanya saya harus melakukannya sendiri. Mulai dari kegiatan solder menyolder, angkat-angkat oscilloscope atau DC power supply yang lumayan berat, ngebor, gergaji, dan bla bla bla yang harus saya kerjakan sendiri. Pernah suatu kali ketika sudah berjalan hampir sebulan, tapi progres saya hanya sampai itu-itu saja. Lelah, itu pasti. Bahkan pengen nangis liat gambar di oscilloscope yang menampilkan gelombang yang tak sesuai harapan atau ketika hal yang paling mudah tak bisa dikerjakan (LCD tak muncul tulisannya).

Bila ditanya pada siapa saya harus berterima kasih, sulit. Karena terlalu banyak orang-orang yang berpengaruh dalam membantu saya, memberikan dorongan, memberi tenaga ketika saya terpuruk, bahkan mengajari saya dengan penuh kesabaran.

Lab TA Lantai 3 Gedung Baru PENS, di sinilah puncak yang harus daki berkali-kali untuk mengukir puncak yang baru yang saya nantinya akan saya persembahkan untuk dia dan dia yang sudah berjuang keras hingga saya bisa seperti sekarang. Kelulusan. :')

Habibie & Ainun

Sudah nonton atau baca novel Habibie & Ainun?
Buat yang belum silahkan baca sinopsinya di bawah ini..


Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?

*** 

Bagi saya, kisah cinta habibie dan ainun ini adalah sebuah kisah cinta dua insan yang begitu memberikan arti, menginspirasi. Sebuah kisah yang tidak hanya tertlis dalam sebuah novel atau dimainkan dalam sebuah drama percintaan, tapi real terjadi..

Kisah Bapak B.J. Habibie dan Ibu Ainun yang begitu luar biasa dalam membangun keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah. Sebuah keluarga yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah, dan dijalankan sesuai dengan yang Allah perintahkan dalam Al- Quran. 

Pak Habibie mengajarkan bagaimana seorang suami menafkahi anak dan istrinya, bagaimana seorang suami menjaga dan melindungi istrinya sebagai sebuah karunia besar yang dititipkan oleh Allah padanya, bagaimana seorang suami menuntun istrinya untuk terus dan terus ingat Allah dalam kondisi apapun.

Sedangkan Ibu Ainun, beliau juga tidak kalah luar biasanya. Kesabarannya begitu luar biasa, perhatian kepada suami, anak, keluarga, dan kegiatan-kegiatan yang dia jalankan begitu luar biasa, rasa tanggung jawab yang beliau miliki begitu besar, hingga dalam kondisi sehat maupun sakit yang dia pikirkan bukanlah dirinya melainkan suami dan yayasan untuk tuna netra yang sedang dia kelola. 

Bapak dan Ibu Habibie mungkin bukanlah orang-orang yang sempurna, tapi mereka benar-benar berusaha untuk saling menyempurnakan satu sama lain, menyempurnakan sebuah hubungan yang dinamakan pernikahan dilandaskan rasa cinta mereka karena Allah. 

"... terima kasih Allah, karena Engkau telah titipkan bibit cinta yang suci, sempurna, dan abadi...."

Yang menarik dari kalimat yang di atas, 'titipkan bibit cinta...". 48 tahun menjalani pernikahan, mereka tetap ingat bahwa rasa cinta yang tumbuh dan berkembang dan yang kemudian menyatu itu hanyalah titipan Allah, yang suatu saat nanti pasti akan diambil oleh Allah.

Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa Seorang pemimpin yang besar, di sampingnya berdiri wanita yang besar pula. Artinya, seorang laki-laki akan bisa menjadi seorang pemimpin yang besar, bijak, karena seorang wanita yang berdiri di sampingnya. Bagi kita semuanya yang sudah pernah membaca novel atau menonton filmnya, pasti setuju bahwa yang membuat Bapak Habibie menjadi seorang yang dapat kita lihat saat ini karena Ibu Ainun, istri, sekaligus kawan untuk berdiskusinya.

Ibu Ainun, adalah seorang sosok yang begitu luar biasa dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, ibu negara, ketua yayasan, dokter bagi keluarganya, dan masih banyak lagi. Sedikit kata-kata yang bisa tertulis karena Ibu Ainun..

"Seorang wanita memang harus pintar karena darinya lahir sebuah kehidupan yang baru, seorang wanita bila memang dibutuhkan harus bisa bekerja, mencari nafkah untuk keluarganya. Tapi seorang wanita juga harus ingat akan tanggung jawab yang luar biasa besar yang Allah titipkan untuknya, keluarga. Sebesar apapun dia, ketika keluarganya membutuhkannya, dia harus ada."

Lompat

Lompat
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia.red), kata lompat diartikan sebagai berikut:

lom·pat v bergerak dng mengangkat kaki ke depan (ke bawah, ke atas) dan dng cepat menurunkannya lagi; loncat: sekali -- sampai ke seberang; 
-- galah loncat galah; -- jauh 1 Olr melompat ke depan dng bertolak pd satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yg dapat dijangkau, jarak loncatan diukur mulai dr titik tumpuan loncatan sampai dng jejak pertama di kotak pasir sesudah melompat; 2 ki naik (pangkat dsb) tidak secara berurutan, melampaui beberapa tingkatan; -- jangkit Olr nomor lompat dl cabang atletik (melompat dng jalan tingkat-langkah-lompat); lompat tiga; -- kangkang cak lompatan dng kedua kaki terbuka; -- katak permainan anak-anak dng melompat-lompat spt katak; --kijang melompat-lompat dng melangkaui satu loncatan; -- kinja melompat-lompat krn kegirangan; melonjak-lonjak; -- sehari (dua hari) selang sehari (dua hari); -- tiga lompat jangkit; -- tinggi loncat tinggi; ber·lom·pat·an v melompat beramai-ramai; melompat ke sana kemari: anak-anak ~ ke luar dan saling mengejar; me·lom·pat v melakukan gerak dng mengangkat kaki ke depan (ke bawah, ke atas) dng cepat; meloncat: pencuri itu ~ ke luar melalui jendela; me·lom·pat-lom·pat v melompat berulang-kali; me·lom·pati v melompat melangkaui (melampaui, melangkahi); meloncati: atlet itu berhasil ~ mistar setinggi 2 m; me·lom·pat·kan v membawa melompat; meloncatkan: joki itu ~ kudanya melampaui (melangkahi) rintangan; ter·lom·pat v 1 tiba-tiba atau tidak sengaja melompat; meloncat: mendengar berita tt kelahiran anaknya yg pertama, ~ lah ia dr tempat duduknya krn gembira; 2 ki terlanjur terucapkan (dng tidak sengaja atau di luar kesadarannya): kata-kata itu ~ begitu saja dr mulutnya; lom·pat·an n 1 hasil melompat: ~ yg kedua mencapai ketinggian 1,90 m; 2 perbuatan (hal, cara, dsb) melompat: ~ nya sangat indah; 3 tempat melompat; sesuatu yg dilompati: rintangan-rintangan itu untuk ~ kuda; pe·lom·pat n atlet dl cabang olahraga lompat jauh; se·pe·lom·pat n sejauh orang melompat; se·pe·lom·pat·an n sepelompat
Sebenarnya saya bukan sedang ingin membahas tentang kata ini dari segi bahasa, tapi lebih dari itu.

Lompat adalah salah satu cara yang digunakan untuk mempercepat agar kita bisa sampai pada tujuan yang diinginkan. Caranya yaitu dengan men-skip beberapa langkah.

Lalu bagaimana bila analogi tersebut diterapkan dalam menghadapi sebuah masalah. Melompati suatu kejadian yang tak diinginkan untuk bisa tahu bagaimana akhir dari proses tersebut, tanpa harus mengalami prosesnya terlalu panjang. Tak adil memang. Daaan sedikit curang (atau mungkin banyak :p). Tapi itulah.. Beberapa orang yang sudah merasa stuck dengan pekerjaannya pasti menginginkannya.

Pernah nonton film "Click!" yang diperankan oleh Adam Sandler?

Buat yang belum pernah, aku kasih sedikit review tentang film ini..
Film ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Michael Newman yang dapat mengontrol seluruh hidupnya seperti layaknya memutar DVD dengan menggunakan remote kontrol ajaib. Di film ini diceritakan bahwa Michael adalah laki-laki beruntung yang mempunyai istri yang cantik dan 2 orang anak yang lucu-lucu. Sayangnya, waktu bersama keluarganya terkuras habis karena pekerjaan.
Remote control yang terlalu banyak di rumahnya membuatnya tak ingat remote mana untuk mengontrol peralatan yang mana. Jengah dengan harus mengingat-ingatnya, Michael memutuskan untuk mencari remote control universal, yaitu remote control yang dapat mengontrol apapun. Dia pun bertemu dengan Morty. Tak disangka-sangka dia mendapatkan remote control universal yang amat canggih dengan cuma-cuma.
Saking canggihnya, remote control itu tidak hanya dapat mengendalikan peralatan-peralatan yang ada di rumahnya saja, tapi juga kehidupannya. Seperti halnya menonton DVD, Michael dapat me-rewind, mempercepat, pause, dll. Dengan remote control ini, dia bisa melewatkan bagian dari hidupnya yang tidak dia sukai.
Sayangnya, semua tidak berjalan semulus yang dia pikirkan. Lambat laun, Micahel mulai menyadari bahwa hidupnya dengan cepat berlalu dan makin lama makin kacau. Dia melewatkan pertumbuhan anak-anaknya, kehilangan istrinya, bahkan pemakaman ayahnya pun dia tidak hadir.
Akhirnya, dia menyadari bahwa hidup harus dijalani secara utuh. Susah dan senang itu adalah sebuah proses yang harus dijalani. 
Dari film ini, kita bisa belajar bahwa proses itu sangat amat penting. Tidak peduli manis atau pahit, dia tetap harus dijalani dengan sepenuhnya. Setidaknya dengan proses-proses yang kita jalani, kita akan mendapatkan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
 


2013 means ...

2013 means ...
Sebelum ini, kita semua tahu tentang berita heboh tentang kiamat yang menurut suku maya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2012 (kayak event akbar aja pake dilaksanakan --"). Ada yang percaya dan ada yang tidak. Ada yang menanggapi dengan serius ada juga yang tidak. Tapi nyatanyaaaaa... tahun 2013 tetap ada. It means... target yang ada di tahun ini harus terpenuhi.

2013 itu tahun di mana gelar SARJANA SAINS TERAPAN sudah harus ada di tangan..
2013 itu tahun di mana dunia yang kehidupan yang sebenar-benarnya di hadapi, maksudnya sudah gak ada lagi critanya ngrepotin ortu tentang masalah-masalah pribadi (termasuk minta duit jajan).
2013 itu tahun di mana harus benar-benar MANDIRI.

Daaaan..
Sebenarnya itu semua yang membuat saya semakin bingung menentukan arah.

Tahun lalu, saya sempat membuat maping live di mana tahun ini saya bisa lulus dan melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, S2. Tapi, kejenuhan dalam mengerjakan tugas akhir entah mengapa mengikis semangat saya untuk melanjutkan kuliah lagi. Belum lagi, rasa malu yang ditanggung saat lulus diploma 4 tapi masih juga merepotkan orang tua. Di lain sisi, dorongan dari keluarga begitu besar untuk bisa kuliah lagi.

"Kamu daftar aja S2 di ITS. Nanti kamu daftar beasiswanya. Enak kok. Nanti di sana kamu bisa ambil double degree, jadi 3 bulan terakhir kamu bisa ke Jepang atau Jerman untuk menyelesaikan S2mu di sana, ujian di sana. Setelah selesai, kamu gak perlu lagi ujian di sini."

"Kamu cepet-cepet cari informasinya, Lel."

Wew.
Beberapa bulan yang lalu, kata-kata itu benar-benar membakar semangat. Tapi entah kenapa sekarang semuanya lain. Mengingatnya rasanya malah menambah beban. Seharusnya kan nggak gitu.

Saya ingin memasrahkan semuanya pada Allah. Walau saya tahu sebenarnya langsung pasrah begitu saja itu sama dengan bunuh diri, dan saya yakin benar bahwa Allah juga tidak akan merubah keadaan saya, bila saya hanya diam. Saya harus melakukan sesuatu sebelum akhirnya saya pasrahkan semuanya.

Semoga saja setelah ini, saya mendapatkan ilham untuk bisa melakukan sesuatu untuk masa depan saya. Amin.