Showing posts with label My Inspiration. Show all posts
Showing posts with label My Inspiration. Show all posts

Sebuah Nama

Sebuah Nama
Beberapa hari ini saya silau dengan sebuah nama. Sebuah nama yang muncul bahkan sebelum saya selesai ketik di google search. Sebuah nama dengan prestasinya, dengan sopan santunnya, dengan semua hal dari dia yang begitu menginspirasi.

Hari ini pun sama dengan beberapa hari yang lalu, menyempatkan membaca catatan sejarahnya di tengah-tengah tumpukan tugas. Satu foto mengenai visualisasi mimpi-nya yang membuat saya tersadar akan satu hal.

Kenapa saya seperti ini? Dan kenapa dia bisa seperti itu?
Sebenarnya ini tentang sebuah pilihan yang diambil pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Dan mungkin juga dia. Sebuah langkah awal yang akhirnya membuat saya memilih jalur ini dan dia di jalurnya.

Dia punya mimpi, begitu pun dengan saya.
Dia tuliskan mimpi-mimpinya, begitu pun dengan saya.
Dia sibuk mengejar mimpinya, begitu pun dengan saya.
Sampai akhirnya dia mulai meraih mimpi-mimpinya, begitu pun dengan saya.

Tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan dan dia lakukan. Kami hanya punya jalur yang berbeda, pencapaian di bidang yang berbeda.

The Amazing Man, kamu memang punya buanyak prestasi. Kamu memang sudah menginspirasi banyak orang. Dan kali ini pun, secara tidak langsung kamu sudah mengajarkan pada saya tentang sebuah langkah awal dan konsistensi untuk bisa sampai pada mimpi-mimpi itu.

Mr. Koleris - Plegmatis

Mr. Koleris - Plegmatis

Namanya Fikri Fakhruddin. Seorang teman yang aku kenal saat kunjungan GAPEMA (organisasi pecinta alam SMA 8 Malang.red) ke Palhisma (Organisasi pecinta alam SMA 5 Malang.red). Saat itu aku masih menjabat jadi Ketua Umum GAPEMA. Dan hari ini kami bertemu lagi dengan situasi yang hampir sama pula, kunjungan HIMA ELIN ke HMM.

Si low profile yang luar biasa. Mungkin aku tidak terlalu mengenalnya, tapi dari apa yang aku amati tentang dari pertemuan-pertemuan kami, sebenarnya aura leadership yang dia punya itu sangat amat kenatara sekali. Tapi nyatanya dia tidak pernah berada pada posisi teratas. Dari segi capability, dia punya. Bahkan lebih dari teman-temannya. Hanya kebranian untuk maju yang aku rasa kurang dia miliki. Bagaimanapun juga dia menyembunyikan kelebihannya, aura itu akan terpancar semakin kuat. Karena..

Leader itu tidak akan bisa disembunyikan.

Satu hal lagi yang aku tau, dia akan bekerja total ketika dia sudah memutuskan kemana dia akan melangkah.  Keinginannya untuk terus mengupgrade diri juga besar. Mungkin itu juga yang membuatnya punya nilai lebih.

"Orang di atas rata-rata adalah orang yang selalu berusaha lebih dari rata-rata."

Semua yang dia punya akan tampak dari caranya mengendalikan sesuatu. Dari caranya bekerja. Dari caranya berbicara. Dan dari tatapan matanya.

My Inspiration (2)


Namanya Sulistio Hariatin. Alumni D3 Teknik Elektro Industri PENS angkatan 2008.
Kekaguman itu berawal ketika aku masih berstatus maba. Ketika saya mulai menata arah, memantapkan diri, belajar "legowo" dengan semua yang sudah Allah atur untuk saya. Itu bukan kali pertama kami bertemu. Aku yakin, saat itu dia pasti menyorotiku karna statementku di depan maba 2009 saat hari terakhir IPMB.

Saat itu adalah hari pertama Pra EXTRA. Dia berdiri di depan kelas. Memimpin kami, lebih tepatnya mengkondisikan kami. Satu statementnya yang aku suka saat itu,"Ayo maju. Jangan takut. Saya saja yang perempuan bisa berdiri di depan kelas." Sipp.. Gue suka gaya lo. Sejak itu pula aku berpikir, "kalo Mbak Sulis aja bisa, kenapa aku enggak."

Tuhan mendengar..
Kami dihubungkan saat persiapan farewell party. Saat itu aku menjadi koordinator Sie Acara, dan kebetulan sekali Koordinator tahun lalu Mbak Sulis. Bukan hanya itu saja, SC OMB, OC TM.

Belakangan orang-orang menyebutku "kembaran"nya Sulis. Dalam beberapa hal memang ada kesamaan pada diri kami. Seperti sama-sama koleris, sama-sama takut kucing, sama-sama suka ngatur, sama-sama "sadis", dll. Tapi bukan berarti kami sama dalam segala hal. Kami tetap menjadi diri kami masing-masing.

SC OMB 2009, Menteri PSDM BEM PENS membuat namanya makin bersinar..
Tapi bukan itu yang mengagumkan. Bagiku bagaimana dia berpikir, bagaimana dia mengendalikan sekitarnya yang notabene adalah kaum adam itu yang jauh lebih mengagumkan.

Kekagumanku padanya yang membuatku sampai pada pencapaian-pencapaian yang telah aku capai sekarang.

Aku dan Mbak Sulis

Terima kasih telah menjadi semangatku selama 2 tahun pertamaku di kampus ini.. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal padaku..

my inspiration

my inspiration

Rambutnya sudah tak lagi selesam dulu lagi. Matanya disipitkan ketika memandang sesuatu, maksudnya sih biar sedikit lebih jelas. Langkah kakinya juga sudah tak selincah dulu lagi. Apalagi gerak tubuhnya, makin lama sudah makin melambat, tak segesit dulu lagi. Tapi lihatlah sosok wanita tua itu. Diusianya yang sudah tak muda lagi dia masih sangat amat produktif. Pergi ke pasar (entah itu hanya untuk berdagang atau membeli bahan-bahan kue dan dagangan lain untuk dijual kembali) , mencari makan untuk hewan-hewan ternaknya, membuat kue untuk dijual ke pasar, dan masih banyak lagi. Bila ku perhatikan apa yang tidak bisa dilakukannya.
Sebenernya kesehatannya sudah tak sebaik dulu lagi. Bahkan dia kerap kali mengeluh sakit kepada putra putrinya ketika mereka berkunjung ke rumahnya. Sebagai anak tentu rasa khawatir itu ada melihat kondisi Ibunya seperti itu. Apalagi beliau tinggal sendiri di gubuk reot itu.
"Lebih baik Ibu ikut kami ke kota, dari pada tinggal di gubuk ini sendirian," begitulah ucap anaknya untuk membujuk wanita tua itu. Tapi tentu saja jawabannya selalu sama,"tidak."
Satu hal yang menjadi prinsip beliau. Selama badan ini masih bisa digerakkan, beliau tidak akan pernah mau bergantung pada siapa pun, bahkan anak-anaknya sekalipun.

Ini adalah sepenggal kisah yang diceritakan dari sosok seorang wanita tua yang hidup sendirian tanpa suami dan anak cucunya. Bukan karena anak cucunya terlalu sibuk dengan kesibukan masing-masing. Bukan juga karena mereka tak peduli dengan wanita itu tapi karena memang tak ingin merepotkan orang lain.
  Satu pembelajaran yang dapat diambil ketika saya sedang mengamati wanita tua itu. "Seorang wanita harus bisa survive dengan kondisi apapun". 
Inilah yang memicu semangatku lagi. Kalau saja dia dengan usia yang sudah tak muda lagi saja bisa melakukannya sendiri, kenapa aku tak mampu?
Seperti yang sering kali aku yakini bahwa semua ada karena diciptakan. Dan kali ini aku akan menciptakan satu kalimat ajaib yang siap menemani langkahku,"AKU BISA!!"